A Hakikat Pembelajaran Menelaah Struktur, Kaidah Kebahasaan dan Menyajikan Tanggapan Teks Ulasan Pada Kurikulum 2013 revisi mata pelajaran bahasa Indonesia adalah berbasis teks. Halliday dan Ruqiyah dalam Mahsun (2014: 1) mengungkapkan, “Teks merupakan jalan menuju pemahaman tentang bahasa. Itu sebabnya, teks merupakan
TeksUlasan: Pengertian, Ciri-Ciri, Tujuan, Kaidah, Dan Langkah Penyusunan. Teks ulasan berisi penilaian terhadap sebuah karya. Dream – Teks ulasan adalah sebuah bentuk penilaian yang membahas berbagai jenis karya. Misalnya seperti novel, drama, puisi, cerpen, artikel, bahkan karya seni seperti lukis tari, musik, kriya, hingga film.
Selainmengikuti struktur teks, untuk membuat teks ulasan juga harus menggunakan kaidah kebahasaan atau penulisan yang baik. Berikut ini kaidah kebahasaan teks ulasan: 1. Istilah. Istilah merupakan sebuah gabungan kata yang mengungkapkan suatu arti tertentu dari sebuah proses, keadaan, konsep, ataupun sifat tertentu.
selainitu, teks drama memiliki ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut. 1 banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu konjungsi temporal, seperti: sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian. 2 banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, seperti menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap,
No Kompetensi Dasar Indikator Aspek/Ranah Pengetahuan (Kognitif) Sikap (Affective) Ketrampila n (Psikomotorik) (lingkungan hidup, kondisi sosial, dan/atau keragaman budaya, dll) secara lisan dan tertulis dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, aspek lisan Menulis teks ekposisi Mempresentasikan teks eksposisi 3.7 Mengidentifikasi unsur-unsur pembangun
C Menelaah struktur dan kaidah kebahasaan teks persuasi D. Menulis teks persuasi Bab 8 : Drama-drama kehidupan A. Mendalami unsur-unsur drama B. Menafsirkan kembali isi drama C. Menelaah struktur dan kaidah kebahasaan teks drama Bab 9 : Kembangkan kegemaran membaca A. Menggali informasi dalam buku fiksi dan nonfiksi Glosarium Indeks
Beranda/ Ciri Kebahasaan Pada Proposal Kecuali - Bahasa Indonesia Kelas Xi Semester 2 Flip Ebook Pages 1 50 Anyflip Anyflip : Konjungsi temporal pada teks prosedur akan banyak ditemukan kata konjungsi temporal atau kata penghubung yang menyatakan waktu kegiatan yang hadir dan berisifat kronologis seperti selanjutnya, berikutnya, kemudian, lalu, dan
Kebahasaanpada Teks Kesalahan penggunaan kata/ kalimat sesuai dengan kaidah kebahasaan L3 Peser ta didik dapat menganalisis kebahasaan dengan memperbaiki kesalahan penggunaan konjungsi PG-1 XI/1 4.6 Merancang teks editorial dengan; memerhatikan struktur dan k ebahasaan, baik secara lisan maupun tulis Menulis Teks Nonsastra
Skripsiskripsi yang sudah ada, berkaitan dengan drama hanya menganalisis struktur drama saja dan mengabaikan tekstur drama. Padahal tekstur drama juga penting dalam menganalisis drama. Sehubungan dengan hal di atas peneliti tertarik untuk meneliti drama secara utuh, yaitu struktur dan tekstur. Naskah drama dibangun oleh struktur dan tekstur
MateriTeks ulasan Kelas 8 Semester Genap Lengkap. Materi teks ulasan kurikulum K 13 lengkap. Pengertian Jenis, Komponen, Tujuan, Ciri, Fungsi, Struktur, Kaidah, Langkah-langkah membuat teks ulasan. teks ulasan adalah merupakan teks yang berisi penjelasan tentang penilaian atau komentar terhadap suatu karya sastra baik berupa cerpen, puisi, film,
FSms. Pengertian Teks Drama Teks drama adalah teks yang berisi cerita, cerita disajikan melalui rentetan dialog per babak yang dibayangkan dan cerita, serta berbagai peristiwa yang disajikan di panggung teater dapat digambarkan melalui pertunjukan. Teks drama dibuat tak hanya untuk dibaca, tetapi juga harus dapat dipentaskan oleh para tokoh dengan tokoh yang harus dijiwai atau lakonnya. Drama secara luas dapat diartikan sebagai bentuk karya sastra yang isinya menyangkut kehidupan yang disajikan atau ditampilkan dalam bentuk gerak. Drama membutuhkan komunikasi, situasi, dan tindakan yang berkualitas tinggi. Kualitas dapat dilihat secara keseluruhan dan bagaimana konflik atau masalah muncul dalam drama. Ciri-Ciri Teks Drama Sebagai karya sastra yang berbeda dengan karya sastra lainnya, drama memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Berisi dialog yang dapat dipercakapkan oleh aktor atau lakon teater. Berisi cerita atau kisah yang dinarasikan dan yang disampaikan melalui dialog atau antartokoh. Teks drama berisi instruksi khusus yang harus dijiwai oleh para tokoh, seperti menyesuaikan ekspresi marah atau senang, melakukan tindakan berlari / melompat, dll. Karena drama hanya menggunakan dialog sebagai isinya, tanda petik “…” tidak diperlukan untuk penulisan dialog. Struktur Teks Drama Seperti jenis teks lainnya, kita dapat membagi bagian-bagian yang menyusus teks drama. Bagian-bagian ini disusun secara sistematis dan dapat dipertimbangkan dalam proses kreatif menulis. Prolog mengacu pada kalimat atau pembukaan cerita, dan pengantar atau latar belakang cerita biasanya disampaikan oleh wayang atau tokoh tertentu yang berlatarkan teks drama. Arahannya adalah pengenalan dan pengaturan tindakan dan posisi, meliputi pengenalan tokoh , pernyataan situasi dan cerita, dan dari awal, konflik yang akan diceritakan dalam cerita yang akan diceritakan dalam drama. Komplikasi juga disebut bagian tengah cerita mulai menciptakan konflik. Pada bagian ini, tokoh utama akan menemukan berbagai kendala antara dirinya dengan tujuan atau keinginannya. Berbagai kesalahpahaman yang sering dialami oleh para tokoh dalam perjuangan melawan rintangan tersebut. Resolusi kromatisitas, yaitu resolusi komplikasi atau hambatan yang menghalangi tokoh utama. Bagian ini harus muncul secara logis dan sesuai dengan berbagai kompleksitas atau klimaks yang diusulkan sebelumnya mencegah konflik puncak kompleksitas dan resolusi. Epilog merupakan bagian akhir dari drama, dan bentuk kata penutup tersebut berisi kesimpulan atau informasi tentang keseluruhan isi drama. Bagian ini biasanya disediakan oleh dalang atau tokoh. Unsur Teks Drama Drama adalah sejenis teks, ia juga terdiri dari banyak elemen. Berikut ini adalah uraian unsur drama oleh tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2017, yang di antaranya sebagai berikut. Latar belakang merupakan gambaran letak, waktu, dan suasana dalam naskah drama, meliputi Menetapkan lokasi yaitu mendeskripsikan adegan dalam naskah, seperti di rumah, di medan perang, di atas meja makan. Setting atau waktu, yaitu waktu kejadian yang digambarkan dalam naskah, seperti pada pada Hari Pahlawan yang jatuh tanggal 10 Desember. Latar budaya, yaitu gambaran suasana atau budaya di balik layar atau peristiwa dalam drama. Misalnya dalam budaya Jawa, Betawi, Melayu, Sunda dan Papua hidup. Penokohan Penokohan dalam drama diklasifikasikan sebagai berikut. Tokoh gagal atau tokoh badut foil. Posisi tokoh ini berlawanan dengan tokoh lain. Tokoh ini ada untuk menekankan tokoh Tokoh idaman atau tokoh pahlawan tipe peran Tokoh ini memainkan tokoh heroik, dengan peran yang kuat, adil, atau terpuji. Tokoh Statis Static character. Dari awal hingga akhir cerita, peran tokoh ini tetap tidak berubah. Tokoh bulat adalah tokoh yang mengalami perubahan watak secara berangsur-angsur. Misalnya, tokoh bulat adalah tokoh yang mengubah dari peran setia menjadi pengkhianat, dari peran menyakitkan menjadi peran baik, dan dari orang yang korup menjadi orang yang saleh dan bijaksana Dialog Dalam drama, dialog atau percakapan harus memenuhi beberapa syarat, antara lain mendukung perilaku tokoh . dan merefleksikan apa yang terjadi sebelum cerita, serta apa yang terjadi di balik cerita, juga harus bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan para tokoh di atas panggung. Dialog di atas panggung lebih jelas dan lebih teratur daripada percakapan sehari-hari. Kata-kata yang disusun harus dimaksimalkan sebaik-baiknya; tokoh harus berbicara dengan jelas dan memiliki tujuan yang jelas. Dialog tersampaikan secara natural dan alamiah sehingga membuat penonton berpikira bahwa seolah-olah dialog tersebut diucapkan seperti sebenar-benarnya terjadi. Tema Tema adalah ide utama untuk menentukan struktur keseluruhan jalan cerita dari drama. Tema-tema dalam lakon menyentuh semua masalah, termasuk masalah kemanusiaan, kekuasaan, perasaan, kecemburuan, dll. Pada umumnya, tema tidak dinyatakan secara terang-terangan tersurat, tetapi lebih pada tersirat. Oleh karena itu, untuk memahami dan merumuskan tema-tema drama, perlu adanya apresiasi terhadap berbagai unsur drama secara keseluruhan. Pesan atau Amanat Pesan atau amanat adalah ajaran moral doktrinal yang disampaikan drama kepada pembaca/penonton. Sepanjang drama, Pesan atau amanat disembunyi secara rapi dengan menyeseuaikan dari isi cerita drama. Kaidah Kebahasaan Teks Drama Aturan atau ciri yang paling kuat dari bahasa teks drama adalah bahwa hampir semua aturan atau fitur adalah dialog atau percakapan langsung dari tokoh. Oleh karena itu, hampir semua kalimat yang disajikan di dalamnya merupakan dialog atau bentuk tuturan langsung dari tokoh tersebut. Kaidah kebahasaan teks drama, antara lain sebagai berikut. Menggunakan kata-kata yang mengungkapkan deret waktu dalam urutan kronologis, seperti sebelum, sekarang, setelah, pertama, kemudian. Menggunakan verba untuk mendeskripsikan suatu peristiwa yang terjadi, seperti menugaskan, menggantikan, menyingkirkan, menghadap, bercengkrama. Menggunakan verba untuk mengungkapkan apa yang dipikirkan atau dirasakan karakter, seperti merasa, ingin, mengharapkan, menginginkan, mengalami. Menggunakan bahasa deskriptif untuk mendeskripsikan orang, tempat atau suasana, misalnya kotor, rapi, bengis, maskulin, feminine, dsb. Contoh Teks Drama Sebagai pengurus pemakaman jenazah di Pemakaman Umum Pondok Rangon, sejak Covid-19, beban kerja Udin, Yogi, dan Abil meningkat. Setiap harinya, kegiata mereka tak jauh dari gali, gali, dan menggali. Tiga laki-laki datang memakai kaos oblong dengan handuk kecil di bahu mereka. Setelah melepaskan semua atribut, tiap-tiap dari mereka duduk sambil berselanjar kaki. Yogi “Duh, Bang Udin. Kalo kayak gini terus kapan kelarnya, yak, kita? Udin “Ngeluh mulu, idup, lu. Syukurin aje, Kawan. Nyari kerje di Jakarte lu tau sendiri susahnye kayak nyari jarum dalem jemari. Nyang penting dapet duit!” Yogi “Yak, gue, sih, beryukur, Bang, tapi gak gini juga. Masa kita harus bahagia tiap hari ada yang modar?!” Udin “Yak, mau gimane?? Bingung juga. Dah, ah! Mulut lu jangan ngerocos mulu, bikin tambah capek aje!” ABIL MENYODORKAN SEBOTOL AIR MINERAL KEPADA UDIN DAN YOGI Abil “Udeh, udeh, jangan pade rebut. Kalemin aje dulu. Kite, tuh, jarang istirahat. Dah, istirahat dulu. Simpen tenage lu pade. Tar, paling ambulans datang lagi.” Yogi “Iya, iya. Soalnya, baru kali ini seumur-umur jadi tukang gali kubur ngerasa kecapean. Kemarin, kemarin, mah, gali sampe malam aja, gue sanggup.” Abil”Iye, gapape, capek itu wajar. Namanya juga manusia. Bang Udin juga capek, Gak perlu memaksakan. Bisa-bisa, nih, kite gali kubur, eh, nanti buat kuburan kite sendiri, karena saking capeknye ngegali mulu.” Yogi “Yaelah, Mas. Jadi, takut Yogi, Mas!” Udin “Lagian, Yog. Elu masih mude aje ngeluh, lah gue nyang umurnye beda 10 tahun lebih tue dari elu, biasa-biasa aje.” Yogi “Lah, tadi, kan, Abang ngeluh capek juga, Bang.” Udin “Lah, siape nyang mulai? Bedain mane nyang ngeluh, mane nyang sengaje bales keluhan temen. Gitu aje ga bisa bedain lu!” Abil “Udeh, udeh, jan pada berantem. Kite gimanepun juge itu tim. Jangen pade berantem. Ohiye, tadi Bang Udin sama Mas Yogi pas tadi malam aku makasih banget, loh, pas lagi berat ngangkat peti kosong ngerasa enteng berkat bantuan Bang Udin sama Mas Yogi. UDIN DAN YOGI SALING MENATAP Udin “Jam berape lu angkat tuh peti?” Abil “Jam berapa, ya? Jam setengah 9an kayaknye.” YOGI NGELUARIN HP BUAT NUNJUKKIN FOTO Yogi “Bang, lu lihat, dah. Jam segitu kita lagi di warung Mpok Leha. Ini fotonya. SEMUA DIAM. UDIN, YOGI, dan ABIL SALING MENATAP. LAMPU PANGGUNG DIMATIKAN. Artikel Teks Drama Kontributor Adip Prasetyo, Alumni Sastra Indonesia FIB UI Materi Bahasa Indonesia lainnya di Teks Eksplanasi Macam-macam Majas Kalimat Efektif
Jakarta - Drama adalah karya seni berupa dialog yang dipentaskan. Drama memiliki ciri-ciri utama yaitu berupa cerita, dialog, dan bertujuan untuk sebuah teks drama terdapat struktur drama, unsur-unsur drama, dan kaidah kebahasaan yang adalah penjelasannya yang dikutip dari buku Bahasa Indonesia kelas VIII dari Kementerian Pendidikan dan drama yang berbentuk alur pada umumnya tersusun sebagai berikut1. PrologProlog adalah permulaan dari suatu drama. Pada bagian prolog biasanya lebih menyampaikan gambaran para pemain, latar, dan DialogDialog adalah percakapan yang ada di dalam suatu drama. Percakapan tersebut terjadi antar tokoh untuk menggambarkan kehidupan, watak, permasalahan, dan solusi dalam suatu dalam dialog terdapat beberapa bagian yaitua. Orientasi, yaitu bagian pengenalan, menggambarkan situasi yang sedang atau sudah Komplikasi, yaitu berisi konflik dan pengembangannya. Pada bagian ini tokoh mengalami halangan untuk mencapai Resolusi, adalah bagian akhir dari drama. Biasanya berisi penyelesaian konflik yang dialami para EpilogEpilog adalah bagian terakhir dari sebuah drama. Epilog berfungsi untuk menyampaikan intisari cerita atau menginterpretasikan maksud Unsur DramaDrama dibentuk oleh unsur-unsur seperti1. AlurAlur adalah rangkaian dari sebuah cerita/ peristiwa. Alur berfungsi untuk menggerakkan jalan teks drama terdiri dari pengenalan cerita, konflik, klimaks, dan PenokohanPenokohan adalah cara penulis drama menggambarkan karakter tokoh. Tokoh biasanya didukung oleh latar peristiwa dan aspek-aspek lain dalam drama yang akan menampilkan cerita dan pesan-pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah DialogDialog adalah percakapan dalam sebuah drama. Dalam dialog terdiri dari tokoh, wawancang atau percakapan yang harus diucapkan, dan kramagung atau petunjuk, perilaku, tindakan, atau perbuatan yang dilakukan oleh LatarLatar adalah keterangan dari ruang dan waktu. Latar dapat terlihat dari percakapan para BahasaBahasa adalah alat berkomunikasi antar tokoh. Bahasa dapat berfungsi untuk menggambarkan watak, latar, dan peristiwa yang sedang Kaidah Kebahasaan Drama1. Menggunakan kata untuk menunjukkan urutan waktu konjungsi temporal, seperti sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, Menggunakan kata kerja untuk menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, seperti terjadi menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, dan Menggunakan kata kerja untuk menggambarkan suatu perasaan seperti merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, dan Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat atau suasana. Contohnya yaitu ramai, bersih, baik, gagah, kuat, dan jangan sampai salah memahami struktur drama, unsur drama, dan kaidah kebahasaan drama ya! nwy/nwy
213 Bab 8 Bahasa Indonesia C. Menelaah Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Drama Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu Menelaah karakteristik stuktur dan kaidah kebahasaan dalam teks drama yang berbentuk naskah atau pentas. 1. Struktur Teks Drama Struktur drama yang berbentuk alur pada umumnya tersusun sebagai berikut. a. Prolog merupakan pembukaan atau peristiwa pendahuluan dalam sebuah drama atau sandiwara. Bagian ini biasanya disampaikan oleh tukang cerita dalang untuk menjelaskan gambaran para pemain, gambaran latar, dan sebagainya. b. Dialog merupakan media kiasan yang melibatkan tokoh-tokoh drama yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak manusia, problematika yang dihadapi, dan cara manusia dapat menyelesaikan persoalan hidupnya. Di dalam dialog tersaji urutan peristiwa yang dimulai dengan, orientasi, komplikasi, sampai dengan resolusi. 1 Orientasi, adalah bagian awal cerita yang menggambarkan situasi yang sedang sudah atau sedang terjadi. 2 Komplikasi, berisi tentang konlik-konlik dan pengembangannya gangguan-gangguan, halangan-halangan dalam mencapai tujuan, atau kekeliruan yang dialami tokoh utamanya. Pada bagian ini pula dapat diketahui watak tokoh utama yang menyangkut protagonis dan antagonisnya. 3 Resolusi, adalah bagian klimaks turning point dari drama, berupa babak akhir cerita yang menggambarkan penyelesaian atas konlik- konlik yang dialami para tokohnya. Resolusi haruslah berlangsung secara logis dan memiliki kaitan yang wajar dengan kejadian sebelumnya. c. Epilog adalah bagian terakhir dari sebuah drama yang berfungsi untuk menyampaikan inti sari cerita atau menafsirkan maksud cerita oleh salah seorang aktor atau dalang pada akhir cerita. 214 Kelas VIII SMPMTs Struktur Alur Drama Kegiatan A. Jelaskan struktur teks drama berikut bersama kelompokmu. Tunjukkan bagian- bagiannya secara sistematis, yang meliputi prolog, orientasi, komplikasi, resolusi, dan epilognya. Simpulkanlah tentang lengkap-tidaknya bagian- bagiannya itu Struktur Teks Drama Kutipan TeksPenjelasan 1. Prolog 2. Orientasi 3. Komplikasi 4. Resolusi 5. Epilog . . . . B. Secara bergiliran, presentasikanlah pendapat kelompokmu itu di depan kelompok lain untuk mendapat tanggapan-tanggapan Aspek Isi Tanggapan 1. Kelengkapan 2. Ketepatan 3. Keterperincian Prolog Pengenalan tokoh, latar, latar belakang cerita Dialog •Orientasi •Konlikasi •Resolusi Epilog •Penutup •Intisari cerita 215 Bab 8 Bahasa Indonesia Babak I Pagi-pagi, suasana di kelas IX SMP Sambo Indah cukup ramai. Bermacam- macam tingkah kegiatan mereka. Ada yang mengobrol, ada yang membaca buku. Ada pula yang keluar masuk kelas. Cahyo ”Ssst….Bu Indati datang” Para siswa segera beranjak duduk di tempatnya masing-masing Bu Indati ”Selamat pagi, Anak-anak” ramah Anak-anak ”Selamat pagi, Buuuuuu” kompak. Bu Indati ”Anak-anak, kemarin Ibu memberikan tugas Bahasa Indonesia membuat pantun, semua sudah mengerjakan?” Anak-anak ”Sudah Bu.” Bu Indati ”Arga, kamu sudah membuat pantun?” Agra ”Sudah dong Bu.” Bu Indati ”Coba kamu bacakan untuk teman-temanmu.” Agra tersenyum nakal ”Jalan ke hutan melihat salak, Ada pula pohon-pohon tua Ayam jantan terbahak-bahak Lihat Inka giginya dua” Anak-anal Tertawa terbahak-bahak. Inka Cemberut, melotot pada Agra Bu Indati ”Arga, kamu nggak boleh seperti itu sama temannya.” Agak kesal Kekurangan orang lain itu bukan untuk ditertawakan. Coba kamu buat pantun yang lain.” Agra ”Iya Bu” masih tersenyum-senyum. 216 Kelas VIII SMPMTs Babak II Siang hari. Anak-anak SMP Sambo Indah pulang sekolah, Inka mendatangi Arga. Inka ”Arga, kenapa sih kamu selalu usil? Kenapa kamu selalu mengejek aku? Memangnya kamu suka kalau diejek?” cemberut Agra Tertawa-tawa ”Aduh…maaf deh Kamu marah ya, In?” Inka ”Iya dong. habis…kamu nakal. Kamu memang sengaja mengejek aku kan, biar anak-anak sekelas menertawakan aku.” Agra ”Wah…jangan marah dong, aku kan cuma bercanda. Eh, katanya marah itu bisa menghambat pertumbuhan gigi, nanti kamu giginya dua terus, hahaha…” Danto Tertawa. ”Iya, Kak. Nanti ayam jago menertawakan kamu terus” Inka ”Huh kalian jahat Berteriak Aku nggak ngomong lagi sama kalian” Pergi Gendis Menghampiri Inka ”Sudahlah In, nggak usah dipikirkan. Arga kan memang usil dan nakal. Nanti kalau kita marah, dia malah tambah senang. Kita diamkan saja anak itu. Babak III Hari berikutnya, sewaktu istirahat pertama. Agra Duduk tidak jauh dari Gendis ”Dis, nama kamu kok bagus sih. mengeja nama Gendis itu gimana?” Gendis ”Apa sih, kamu mau mengganggu lagi, ya? Beraninya cuma sama anak perempuan.” Agra ”Aku kan cuma bertanya, mengeja nama Gendis itu gimana. Masak gitu aja marah.” Gendis ”Memangnya kenapa sih? Curiga Gendis ya mengejanya G-E-N-D-I-S dong” Agra ”Haaa…kamu itu gimana sih Dis. Udah SMP kok belum bisa mengeja nama sendiri dengan benar. Gendis itu mengejanya G-E-M-B-U-L. Itu kayak pamannya Bobo, hahaha….” Teman-teman Agra tertawa 217 Bab 8 Bahasa Indonesia Gendis ”Arga, kamu selalu begitu Bisa nggak sih, sehari tanpa berbuat nakal? Lagi pula kamu cuma berani mengganggu anak perempuan. Dasar” Marah dan meninggalkan Agra. Babak IV Di perjalanan, hari sudah siang. Inka dan Gendis berjalan kaki pulang sekolah. Tiba-tiba di belakang mereka terdengar bunyi bel sepeda berdering- dering. Agra Di atas sepeda ”Hoi…minggir…minggir…. Pangeran Arga yang ganteng ini mau lewat. Rakyat jelata diharap minggir.” Inka Gendis Menoleh sebal Agra Tertawa-tawa dan…. gubrak terjatuh ”Aduuuuh” Inka ”Rasakan kamu Berteriak Makanya kalau naik sepeda itu lihat depan.” Gendis “Iya Makanya kalau sama anak perempuan jangan suka nakal. Sekarang kamu kena batunya.” Agra Meringis kesakitan ”Aduh…tolong, dong. Aku nggak bisa bangun nih?” Inka ”Apa-apaan ditolong. Dia kan suka menganggu kita kita. Biar tahu rasa sekarang. Lagi pula, paling dia cuma pura- pura. Nanti kita dikerjain lagi.” Agra ”Aduh…aku nggak pura-pura. Kakiku sakit sekali. Merintih Aku janji nggak akan ngerjain kalian lagi.” Inka Menjadi merasa kasihan pada Agra ”Ditolong yuk, Dis.” Gendis ”Tapi…” Inka ”Sudahlah, kita kan nggak boleh dendam sama orang lain. Bagaimanapun, Arga kan teman kita juga.” Gendis Mengangguk dan mendekati Arga. Inka ”Apanya yang sakit, Ga?” Agra ”Aduh…kakiku sakit sekali. Aku nggak kuat berdiri nih.” Inka ”Gini aja Dis, kamu ke sekolah cari Pak Yan yang jaga sekolah. Pak Yan kan punya motor. Nanti Arga biar diantar pulang sama Pak Yan. Sekarang aku di sini menemai Arga.” Gendis Bersemangat ”Ide yang bagus.” Pergi menuju ke sekolah yang masih kelihatan dari tempat itu. 218 Kelas VIII SMPMTs Agra ”In…. Lirih Maakan aku, ya. Aku sering nggangguin kamu, Gendis, Anggun, dan teman-teman yang lain.” Gendis ”Makanya kamu jangan suka ngerjain orang, apalagi mengolok-olok kekurangan mereka. Jangan suka meremehkan anak perempuan. Nyatanya, kamu membutuhkan mereka juga, kan?” Agra ”Iya deh, aku janji nggak akan ngerjain kalian lagi.” Arga betul-betul menepati janjinya. Sejak kejadian itu, ia tak pernah mengganggu teman-temannya lagi. Arga pun jadi punya banyak sahabat, termasuk Inka dan Gendis. Mereka sering mengerjakan PR dan belajar bersama. Agra Bicara sendiri ”Ternyata kalau aku nggak nakal, sahabatku tambah banyak,” pikir Arga. ”Ternyata juga, punya banyak sahabat itu menyenangkan. Kalau mereka ulang tahun kan aku jadi sering ditraktir, hihihi….” Adaptasi dari cerpen ”Kena Batunya”, Veronica Widyastuti 2. Kaidah Kebahasaan Drama