KomentarArtikel : Jakarta Sebelum Pagi adalah Jakarta Sebelum Realita. Komentar Artikel : Jakarta Sebelum Pagi adalah Jakarta Sebelum Realita Resensi Buku Jakarta Sebelum Pagi Karya Ziggy Zesyazeoviennazabrizkie 20 Agustus 2021 17:00 Diperbarui: 20 Agustus 2021 17:03 4156 1. Identitas Buku: KEMBALI KE ARTIKEL. BukuJakarta Sebelum Pagi karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. 'Jam tiga dini hari, sweter, dan jalanan yang gelap dan sepi . Ada peta, petunjuk; dan Jakarta menjadi tempat yang belum pernah kami datangi sebelu Buku Novel. Teenlit. Jakarta Sebelum Pagi; Jakarta Sebelum Pagi. 4.21 avg rating - 1362 Goodreads ratings. Rp 59.000. Hemat Rp NovelJakarta Sebelum Pagi menjadi karya fiksi terbaik Indonesia 2016 versi majalah Rolling Stone. Kalau kalian suka dengan novel bergenre romantis, komedi, dan misteri, gue sangat menyarankan kalian untuk membaca novel ini. Gue yakin novel ini akan bikin kalian tertawa dan takjub dengan plot yang cukup bikin melongo. ResensiBuku: Jakarta Sebelum Pagi. Mawar, hyacinth biru, dan melati. Dibawa balon perak, tiga bunga ini diantar setiap hari ke balkon apartemen Emina. Tanpa pengirim, tanpa pesan, hanya kemungkinan adanya stalker mencurigakan yang tahu alamat tempat tinggalnya. Ketika -tanpa rasa takut- Emina mencoba menelusuri jejak sang stalker ArifKeisuke - Jakarta Sebelum Pagi Sumber Unsplash. Buku Jakarta Sebelum Pagi mengisahkan sepenggal kehidupan warga kelas menengah Jakarta. Mungkin kalau istilah dalam handphone nyebutnya lebih ke upper intermediate menuju flagship.Bisa diliat dari lingkungan yang dipotret oleh Ziggy sebagai latar novel ini yaitu kantoran, apartemen, kafe, sudut kota Jakarta dan rumah pak Meneer. penulisdapat menyelesaikan skripsi yang berjudul "Analisis Struktur Novel Jakarta Sebelum Pagi karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie" dengan baik . Skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk memenuhi syarat sebelum menyususn skripsi program studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga. JakartaSebelum Pagi is the perfect mixture of slow-paced and genuine romance, with a dash of cackling jokes here and there, performed by the brilliant Emina Nivalis and her addiction to Animal Farm and pigs, of course. And the heart-warming characters, each provides meaning and warmth to the whole story. How it fluctuates actual in-depth feelin. Langka Jakarta Sebelum Pagi karya Ziggy Z Dibanderol dengan Harga Tidak Wajar; Pameran Karya Siswa SMP Labschool Jakarta; Resensi Novel Dear Sister Karya Rosemerry; Resensi Buku: Sang Kiai yang Beristri Empat; Resensi Buku Sejarah Asia Timur 2; Review Novel Semua Ikan di Langit Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie ResensiBuku Jakarta Sebelum Pagi, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie Perempuan Membaca. Februari 24, 2019 februari 2019, fiksi, Review Iffah Hannah. JakartaSebelum Pagi adalah sebuah novel karya Ziggy zezsyazeoviennazabrizkie pemenang sayembara Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2014. Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama tahun 2016. Buku ini menceritakan Emina seorang gadis yang terobsesi dengan babi, mendapati surat beserta bunga dari anonim yang dengan langsung ia cap sebagai penguntit c4H7g. Resensi novel jakarta sebelum pagi ini akan memaparkan mengenai identitas novel, sinopsis, intrinsik, ekstrinsik serta kelebihan dan kekurangan dari novel tersebut secara lengkap. Hal tersebut akan mempengaruhi kamu untuk mempertimbangkan dalam menentukan langkah untuk membeli buku ini atau tidak. Identitas Novel Jakarta Sebelum Pagi Judul NovelJakarta Sebelum PagiPenulisZiggy Jumlah halaman280 HalamanUkuran buku19×13 cmPenerbit PT GrasindoKategoriFiksi MisteriTahun Terbit2016Harga novelRp. Novel Jakarta Sebelum pagi ini merupakan karya dari Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang sangat best seller. Saking best seller nya novel ini pernah terjual hingga 5000 eksemplar hanya dalam waktu 30 menit. Keren gak tuh! Bukan hanya itu di aplikasi baca online Goodreads novel ini juga memiliki rating yang cukup tinggi yaitu 4,30 dari 5. Yang di berikan oleh 2500 lebih pengguna hebat kan. Sinopsis Novel Jakarta Sebelum Pagi Novel Jakarta Sebelum Pagi ini menceritakan Emina yang seorang pekerja kantoran yang normal dengan kehidupannya yang biasa-biasa saja. Namun, kehidupan itu berubah ketika dia mendapatkan surat misterius dari seseorang yang tidak ia kenal. Menerima surat tersebut tidak membuat Emina merasa takut atau khawatir. Tapi, malah membuatnya penasaran. Dan dia berusaha mencari tahu siapa dan mengapa pengirimnya mengirimkan surat itu. Penyelidikan terhadap pengirim surat tersebut menuntut Emina untuk bertemu dengan orang-orang yang unik pertama yang ia temui adalah Suki. Seorang gadis keturunan Arab-Jepang yang memiliki obsesi terhadap teh Jepang dan ia tinggal bersama kakaknya di sebuah toko bunga dekat tempat tinggal Emina. Dan orang unik kedua yaitu Abel. Ia diangkat menjadi cucu oleh keluarga Suki. Abel yang memiliki masa lalu yang kelam karena menyaksikan orang tuanya tewas di perang Alajazair. Peristiwa tersebut membuat dirinya memiliki fobia dan sentuhan. Diantara Suki dan Abel. Abel lah yang banyak membantu Emina karena keduanya merasa memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap isi surat tersebut. Mereka pun bepergian bersama bertujuan untuk mencari makna dari isi surat tersebut. Bagaimana perjalanan seru mereka? Akankah mereka berhasil menemukan orang yang telah mengirim surat tersebut? Jawabannya hanya ada di novel Jakarta Sebelum pagi. Baca yuk! Unsur Intrinsik Novel Jakarta Sebelum Pagi Dalam resensi novel Jakarta Sebelum Pagi terdapat unsur intrinsik di dalamnya, yaitu 1. Tema Tema yang di angkat dalam novel Jakarta Sebelum Pagi ini tentang perjalanan Emina mengungkap siapa yang menulis surat misterius. 2. Tokoh dan Penokohan Berikut tokoh dan penokohan dalam novel Jakarta Seblum Pagi, yaitu Emina, seorang gadis kantoran yang menerima surat misterius dari pengirim anonim. Suki, merupakan gadis 12 tahun yang keturunan Arab-Jepang yang mengelola cafe sendiri dan sangat tertarik dengan tradisi minum teh. Pak Meneer, lelaki lansia yang berdarah Belanda yang menghabiskan masa tuanya dengan perppustakaan ciptaannya. Abel, cucu angkat dari keluarga suki yang mengalami trauma masa kecil akibat kehilangan orang tua saat perang kemerdekaan di Aljazair. Nissa, teman kantoran Emina yang menyarankan agar tidak berurusan dengan penguntit. Keiko, kakak dari Suki yang mempunyai toko bunga. 3. Alur Alur yang digunakan dalam novel Jakarta Sebelum Pagi ini menggunakan alur campuran dimana di dalamnya terdapat alur maju dan alur mundur. 4. Latar Waktu Waktu yang digunakan dalam novel Jakarta Sebelum Pagi ini yaitu pagi hari, siang hari, malam hari dan diri hari. 5. Latar Tempat Latar tempat yang digunakan dalam novel Jakarta Sebelum Pagi yaitu kantor Emina, apartemen, toko bunga, cafe Suki dan masih banyak tempat lainnya. 6. Sudut Pandang Sudut pandang yang digunakan dalam novel Jakarta Sebelum Pagi ini yaitu menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama yaitu dari sudut pandang Emina. 7. Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan dalam novel Jakarta Sebelum Pagi ini yaitu gaya bahasa sehari-hari orang Jakarta pada umumnya. 8. Amanat Amanat yang terkandung dalam novel Jakarta Sebelum Pagi ini adalah bahwa hidup itu harus dinikmati terlepas kamu menikmatinya seperti apa. Apakah ingin menjalani hidup sesuai keinginan, sesuai hobi dan tentukan kebahagiaanmu mulai dari sekarang. Unsur Ekstrinsik Novel Jakarta Sebelum Pagi Setelah kamu memahami unsur intrinsik dari novel Jakarta Sebelum Pagi ini kamu juga perlu memahami unsur ekstrinsik di dalamnya, yaitu 1. Nilai Sosial Yang terkandung dalam novel ini yaitu sikap Emina yang mudah akrab dengan siapa saja meski orang tersebut adalah orang yang baru di kenalnya. 2. Nilai Budaya Dengan membaca novel ini kamu akan mengetahui beberapa budaya minum teh di Jepang loh. Ternyata minum teh ada aturan dan tata caranya yang mungkin belum kamu tahu juga khasnya budaya kota Jakarta. 3. Nilai Moral Sikap Abel yang mau menemani Emina untuk menemukan si penggemar rahasia meski ia memiliki Fobia tapi mencoba membantu orang lain. Kelebihan Novel Jakarta Sebelum Pagi Novel ini mengalir dan memiliki cerita yang hangat Banyak ilmu pengetahuan di dalmnya yang mungkin belum kita ketahui Sikap Emina menggambarkan secara benar bagi kalian yang memang belum memiliki tujuan hidu seperti aku misalnya. Memberikan motifasi untuk terus menikmati hidup dengan caramu. Kekurangan Novel Jakarta Sebelum Pagi Alurnya terkesan ngasal Premis terlihat kabur dan tidak jelas Tidak cocok bagi kalian yang suka misteri model klasik yang fokus terhadap alur Pesan Moral Novel Jakarta Sebelum Pagi Terakhir dari resensi novel Jakarta Sebelum Pagi yaitu pesan moral yang terkandung didalamnya yaitu secara keseluruhan novel ini mengajak kita ini menyadari bahwa hidup itu harus dinikmati terlepas kamu menikmatinya seperti apa apakah ingin menjali hidup sesuai keinginan, sesuai hobi dan tentukan kebahagiaanmu mulai dari sekarang. Judul Jakarta Sebelum Pagi Penulis Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie Penerbit Grasindo Tahun Terbit Cetakan pertama, Mei 2016 Tebal Halaman 270 “I’m abnormal, and proud.” hal 161 Sinopsi “Jam tiga dini hari, sweter, dan jalanan yang gelap dan sepi…. Ada peta dan petunjuk; dan Jakarta menjadi tempat yang belum pernah kami datangi sebelumnya.” Mawar, hyacinth biru, dan melati. Dibawa balon perak, tiga bunga ini diantar setiap hari ke balkon apartemen Emina. Tanpa pengirim, tanpa pesan; hanya kemungkinan adanya stalker mencurigakan yang tahu alamat tempat tinggalnya. Ketika–tanpa asa takut–Emina mencoba menelusuri jejak sang stalker, pencariannya mengantarkan dirinya kepada gadis kecil misterius di toko bunga, kamar apartemen sebelah tanpa suara, dan setumpuk surat cinta berisi kisah yang terlewat di hadapan bangunan-bangunan Kota Jakarta. Resensi Kalau berselera dengan sajian romance yang absurd, absurd dan absurd sengaja diperbanyak dan ga menye-menye, Jakarta Sebelum Pagi bisa jadi pilihan yang tepat. Novel ini bisa masuk dalam kategori absurd-romance-family-friendship-absurd. Dengan alur dan karakter yang absurd pula. Dimulai dari Emina, gadis seriusfobia dan fokusfobia yang menemukan dirinya tengah di-stalker-in babirusa karena wujudnya ambigu antara babi atau rusa. Tak mengindahkan nasihat Nissa The Yan Pi yang berkata bahwa mencari stalker yang menstalker lo itu ga ke-Jakarta-an banget. Penelusuran itu mempertemukan Emina dengan Suki, gadis cilik dua belas tahun yang-nggak-kayak-gadis-cilik-dua-belas-tahun, yang kedewasaannya mengingatkan saya pada Artemis Fowl versi cewek. Rahasia pun terbongkar, kalau ternyata stalker yang melakukan aksi Operasi Bunga Terbang di jendela apartemen Emina selama ini, adalah Cogan The Next Door, yang GGS Ganteng-Ganteng Sinting yang tak lain adalah Abel. Abel hadir tidak kalah absurdnya dengan Emina. Sentuhanfobia dan suarafobia yang dideritanya akibat masa kecilnya yang harus dilewati di tengah Perang Saudara Aljazair. Perang yang tidak hanya merenggut kedua orang tuanya, namun juga keberaniannya menghadapi dunia. Hubungan mereka pun berlanjut. Midnight excursion keliling Jakarta dengan petunjuk surat dari masa lampau, lambat laun memperat mereka. Tempat-tempat yang mereka kunjungi adalah bangunan tua peninggalan jaman penjajah. Seperti kantor Asuransi Jiwasraya, Kali ini bukan lagi antara si stalker dengan yang di-stalker-in, tapi antar tetangga apartemen yang masing-masing punya keanehan sendiri. Abel yang bisa mati kapan saja hanya dengan teriakan atau sentuhan. Dan Emina, yang kadang ucapannya bisa jadi racauan tak berelevansi. Dialog-dialog mereka berdua mengalir apa adanya. Sederhana, abtrak tapi manis yang kadang bisa jadi membingungkan sebagaimana karakter yang dibawa Emina, Bagian tangga darurat dengan selimut, headphone, dan papan tulis di tengah petir malam hari adalah yang paling memorable. Yah, walau ending-nya bikin meringis, sih. “Karena kamu bukan keluarga saya! Kalau saya berbuat bodoh sekali saja, saya bisa dengan mudah kehilangan kamu; dan saya nggak mau kehilangan kamu!” hal. 170 Saya suka bagaimana penulis memunculkan Pak-Ternyata-Bukan-Meneer menjadi kunci hubungan Abel dan Emina. Penambahan karakter para jompo juga menambah warna novel ini. Fakta kalau Emina mudah dekat dengan manula mengingatkan saya dengan sosok nenek di samping rumah pinjaman sewaktu saya KKN di sebuah desa. Yang sebenarnya para manula itu ga cuma pencerita yang ahli, tapi mereka juga bisa jadi pendengar yang baik. Ada selipan pengetahuan random seperti; bahasa kedua resmi di Aljazair adalah bahasa Prancis. Upacara minum teh ala Jepang. Nillmij adalah singkatan nama resmi Jiwasraya. Dan asal-usul nama Emina Nivalis yang cantiiik banget huhuhu Saya juga suka banget sama ilustrasi yang diselipin di tiap sub-babnya. Ketidakkonsistenan antara bahasa formal dan tidak formal menurutku normal-normal saja. Karena penggunaannya berbeda dan melihat siapa tokohnya. Seperti kalau Emina ngobrol bareng Nissa itu pake gue-elo. Sementara Abel dengan santun mempertahankan Saya-kamunya pada Emina. Soal sistem kasta babi yang berserakan dinovel ini bagi saya adalah salah satu kekhasan dari Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang selalu terasa baru dan absurd. Penggunaan font yang berganti antara Times New Roman dan Calibri kalau ga salah di beberapa halaman, tanpa alasan yang jelas atau sebenernya akunya yang ga nangkap maksudnya, sih?, sedikit mengganggu. Bintang 4,5 – 0,5 = 4 atas ketidakhati-hatian Grasindo dalam memilih cover. Kaget juga sih waktu nengok covernya I’ll give You The Sun milik Jandy Nelson. Mirip pake banget! Dan ada beberapa butir typo yang sebenarya sangat disayangkan. Terakhir, Kak Ziggy ga pernah bikin aku kecewa, sih. Cmiwiw! “Di buku itu–Hollow City–ada tokoh pemuda Gipsi yang perlahan-lahan jadi invisible. Dimulai dari kakinya, setiap hari, semakin banyak anggota tubuhnya yang jadi nggak terlihat.” “Tumbuh dewasa rasanya seperti itu. Waktu masih kecil, semua orang perhatian. Tapi begitu dewasa, sedikit demi sedikit, kamu hilang dari pandangan. Makannya, orang dewasa pakai makeup, berdandan rapi, pakai baju bagus…. Karena kalau nggak, nggak akan ada yang melihat mereka. Penampilan, bagi orang dewasa, itu seperti baju untuk manusia transparan–membuat orang sadar kalau mereka ada. Karena biasanya, di dunia orang dewasa, orang-orang nggak punya cukup perhatian untuk menunggu kamu bicara dan bilang kalau kamu ada. ” hal 40-41 Judul Jakarta Sebelum Pagi Penulis Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia Tebal Buku 280 Halaman ISBN 9786023754847 Rating 5 dari 5 Hari ini, di pemakaman, ada orang yang dikubur, dan ada orang yang mengubur. Namun sepertinya, kematian mengambil keduanya-satu orang mati dan satu orang hidup. Bukan salah kematian, kurasa. Kematian hanya mengambil satu dari mereka. Masalahnya, yang ditinggal masih berusaha mengejarnya, berharap kematian mau mengembalikan apa yang ia ambil. -halaman 1 Blurb “Jam tiga dini hari, sweter, dan jalanan yang gelap dan sepi .... Ada peta, petunjuk; dan Jakarta menjadi tempat yang belum pernah kami datangi sebelumnya.” Mawar, hyacinth biru, dan melati. Dibawa balon perak, tiga bunga ini diantar setiap hari ke balkon apartemen Emina. Tanpa pengirim, tanpa pesan; hanya kemungkinan adanya stalker mencurigakan yang tahu alamat tempat tinggalnya. Ketika—tanpa rasa takut—Emina mencoba menelusuri jejak sang stalker, pencariannya mengantarkan dirinya kepada gadis kecil misterius di toko bunga, kamar apartemen sebelah tanpa suara, dan setumpuk surat cinta berisi kisah yang terlewat di hadapan bangunan-bangunan tua Kota Jakarta. *** Emina, seorang gadis metropolitan yang unik. Kenapa unik? Karena pembawaannya yang menarik ceria, easy-going, blakblakan dalam versinya tersendiri. Orangtuanya meninggal dunia, yang tersisa dari keluarganya adalah kakek dan neneknya serta adik dari kakeknya yang tinggal di sebuah rumah, Emina memberi julukan "Rumah Para Jompo". Tetangga mereka, juga seorang lelaki tua keturunan Belanda yang dipanggil oleh Emina dengan sebutan Pak Meneer. Lalu tiba-tiba ada orang misterius yang mengiriminya surat misterius dengan caranya yang unik. Surat itu dikirimkan dengan balon gas yang lewat dari jendela apartemennya, ditambah dengan bunga hyacinth biru. Pilihan cara mengirim surat yang unik, dan bunga langka yang tidak sembarang bisa tumbuh di Indonesia. Isi suratnya pun tak kalah misterius. Tentang surat yang bukan atas namanya, dengan setting Jakarta bahari, namun surat itu secara gamblang ditujukan pada dirinya. Reaksi Emina tidak seperti yang seharusnya orang normal mengatasi itu. Temannya mengatakan kalau itu perilaku penguntitan. Namun Emina justru merasa penasaran. Maka dimulailah skenario investigasi yang membawa Emina berkenalan dengan seorang gadis SD yang unik bernama Suki. Suki adalah pemilik toko bunga yang berada tidak jauh dari apartemennya berada. Gadis keturunan Arab-Jepang itu memiliki hobi tak kalah unik yang berkaitan dengan teh. Anak kecil itu terobsesi dengan teh dan upacara minum teh khas Jepang! Dari Suki, ia kemudian berkenalan dengan Abel, seorang pemuda korban perang Aljazair yang mengidap trauma terhadap suara level kronik. Hubungan yang aneh terjalin antara Emina dengan Abel. Mereka memutuskan untuk menyelidiki surat-surat misterius yang sampai ke tangan Emina dengan menjelajahi lokasi-lokasi kota Jakarta masa kini, yang terhubung dengan setting Jakarta masa lalu yang tertulis di surat-surat misterius itu. Mengingat partnernya tidak bisa diajak memecahkan misteri ke tempat-tempat itu pada siang hari, maka mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan dini hari dan mengunjungi tempat-tempat itu, berharap dapat memecahkan isi surat dan mengetahui siapa yang dimaksud oleh si penerima maupun pengirim aslinya. *** Satu hal yang tidak saya sukai dari keseluruhan novel ini adalah covernya yang mirip sekali dengan I'll Give You The Sun. Aduh, kenapa bisa kecolongan seperti ini? Tapi, di luar satu hal itu, novel ini benar-benar out of the box, juara! Dari mulai cara penyampaiannya, plotnya, karakternya, settingnya. Mengingatkan saya pada Animal Farm dan segala macam ke-babi-annya ini bukan umpatan!, lalu kisah kota zaman dahulu yang pernah pengin saya buat untuk kota saya tapi sepertinya perlu ditinjau ulang deh setelah menu buku ini, Lyanna Mormont! Suki mengingatkan saya pada karakter itu, eksekusi karakter di dalam ceritanya yang seperti sedang menonton film-film barat romantis, dan... salah satu bab dari buku Fikih Kontemporer yang pernah saya baca, yang membuat kisah ini meskipun tidak biasa, bukan berarti tidak pernah ada. Oke mari kita bahas satu per satu. Pertama soal karakter. Saya suka bagaimana cara Ziggy menyampaikan karakternya. Meskipun ini baru novel kedua Ziggy yang saya baca, namun saya suka sekali bagaimana penulis menyampaikan cerita berdasarkan karakternya. Saya membaca Di Tanah Lada yang mana tokohnya adalah seorang anak kecil, narasi dan deskripsinya pas sekali dengan usia dan karakter Salva. Di sini, karakternya adalah Emina yang easy going dan seru. Gaya bahasa yang digunakan pun seolah menyatu dengan karakter itu. Ehem, saya follow akun twitter Ziggy dan sering stalking juga. Saya rasa Emina ini mirip dengan Ziggy pembawaannya. Lalu, plotnya. Wow, saya tidak pernah bisa membayangkan ada beberapa plot aneh dan tidak masuk akal dicampur menjadi satu dan disampaikan dengan cukup masuk akal dan apik! Pertama, tentang sosok gadis metropolitan dengan segala kehidupannya yang... katakanlah bisa saya bayangkan berjibaku dengan kemacetan jalan rahya, jam kerja, pergaulan kantor meskipun ini bukan plot utama cerita ini. Lalu, dipadukan dengan cerita tentang seorang pemuda korban perang Aljazair. Saya saking kepo-nya, sampai googling, dan ternyata perang itu benar ada. Timeline-nya pas dengan perkembangan usia si tokoh utama. Tentang kebudayaan Jepang, lalu si bunga hyacinth yang bahkan baru saya dengar di novel ini. Dan mau tahu yang paling mencengangkan? Wah, saya tidak mau spoiler karena bisa dibilang ini salah satu plot kunci. Tapi, sesuatu ini yang benar-benar tidak dapat diprediksi dan bagi orang normal maaf ya Ziggy, kamu sedikit tidak normal kalau begini, hahaha, ini pujian lho rasanya susah mencapai "ide" itu dan menggunakannya serta meramu dengan plot-plot lain. Sesuatu itu yang langka, namun bukan berarti tidak ada, karena saya pernah menemukan pembahasan tentang itu di buku Fikih Kontemporer. Dari segi karakter, juara! Suki mengingatkan saya pada Lyanna Mormont, si gadis kecil pemimpin Klan Mormont di serial Game of Thrones. Satu hal lagi, saya kan menemukan novel sejenis ini yang sepertinya bertema kota-kota di Indonesia saya lihat ada novel yang judulnya Jogjakarta apa gitu judulnya. Pengambilan Jakarta sebagai latar cerita saya rasa cukup pas. Apalagi, sudut pandang yang diambil oleh Ziggy adalah menceritakan "Jakarta versi lain yang tidak biasa" dengan mengambil benang merah "Jakarta tempo dulu". Namun, itu tidak membuat penulis melupakan kondisi kota tersayang ini dengan menggambarkannya dalam versi bahasa Emina dengan memberikan analogi ke-babi-annya Emina adalah sosok Babi Asap yang terpapar polusi setiap hari karena berangkat ke kantor menggunakan motor, lalu sahabatnya Nissa, adalah Babi Yan-pi karena ia bagaikan sosok yan-pi, karena temannya itu selalu terjepit saat berdesak-desakan di dalam kereta. Lagi-lagi, ini cara penggambaran kota sebagai tema dan setting dengan cara yang tidak biasa. Sudahlah. Juarak pokoknya!